Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 05 Oktober 2013

Kata benda (שמות עצם)

Pegunungan (Ibrani: Harim הרים)
Assalaamualaikuum, alhamdulillah kembali lagi di pembahasan mengenai bahasa Ibrani ini. Pada postingan ini penulis ingin berbagi informasi mengenai kata benda (Ibrani: Shmot Etzem  שמות עצם).

Selasa, 01 Oktober 2013

Kata Ganti Orang dalam Bahasa Ibrani (כינוי גוף) dan Preposisi Shel (של), Al (על), dan Le (ל)

Kartu yang bertuliskan kata ganti
?שלום עליכם, מה שלומכם חברים שלי
.אכשיו אני כותב על כינוי גוף של העברית
Shalom aleichem, ma shlomkhem chaverim shli? 
Akhshav ani kotev al kinuy guf shel ha'Ivrit. 
Halo, apa kabar teman-teman? 
Sekarang saya akan menulis tentang kata ganti dalam bahasa Ibrani.

Senin, 30 September 2013

שלום עליכם! :) Shalom Aleikhem!

Shalom "Damai"
Umumnya dipakai untuk menyapa orang lain,
seperti penggunaan kata "Hai!"
Sebelum bercas-cis-cus yang rumit dan kompleks, kita lebih baik dapat mengucapkan salam dan merespon salam orang. :) OK, berikut di bawah ini adalah sapaan-sapaan umum yang ada dalam Bahasa Ibrani. Dalam ilustrasi akan ada tulisan ibraninya (tanpa nikkud), cara membacanya, dan artinya.

Shalom                      שלום
Kata ini memiliki arti harfiah "damai" atau "kedamaian". Kata ini memiliki arti "Hai!", digunakan untuk menyapa orang lain. Dalam penggunaannya kata ini selalu diucapkan terlebih dulu sebelum sapaan lainnya, seperti:

Shalom! Boker tov!   Halo! Selamat pagi!                         שלום! בוקר טוב!
Shalom! Yom tov!     Halo! Selamat siang!                       שלום! יום טוב!
Shalom! Layla tov!    Halo! Selamat malam!                     שלום! לילה טוב!

Kadang-kadang kata ini banyak turunannya, seperti:
Shalom aleichem     Assalamu alaikum (padanan dalam bahasa Arab)
שלום עליכם
Aleichem shalom     Wa'alaikum salam (jawaban shalom aleichem)
עליכם שלום

Alav hashalom         Semoga dia di dalam kedamaian (Arab: 'Alaihi as-salaam عليه السلام)
עליו השלום
Aleiha hashalom      Semoga dia di dalam kedamaian (Arab: 'Alaiha as-salaam عليها السلام)
עליה השלום
kedua bentuk tersebut digunakan untuk penyebutan orang-orang yang telah wafat

Shabbat shalom!      Selamat hari Sabat!
!שבת שלום
sapaan ini ditujukan saat perayaan hari Sabat (peribadatan di hari Sabtu) di kalangan Yahudi.

Ma shlomkha (m)/ shlomekh (f)
?מה שלומך
sapaan ini bermakna "apa kabarmu?". Shlomkha dipakai bila lawan bicara seorang laki-laki, sedangkan shlomekh digunakan bila lawan bicara seorang perempuan. Perhatikan bahwa kedua pengucapan memiliki penulisan yang sama! Jadi, untuk mengetahui apakah ini untuk pria atau wanita, maka lihatlah konteks percakapannya... :)
Bila ada kumpulan perempuan, dipakai shlomkhen (שלומכן) sedangkan bila kumpulan laki-laki atau campuran dipakai shlomkhem (שלומכם).
Berikut beberapa jawaban yang bisa diberikan:
Tov, toda.
.טוב, תודה  
Baik, terima kasih.

Ani beseder/besederet, ve-at/ata?
?(אני בסדר(ת) ואת(ה
Aku sehat, dan kamu (pr/lk)?

Lo tov.
לא טוב
Tidak sehat

Toda                           טודה
Toda memiliki arti "terima kasih". Kadang-kadang ditambah kata rabba menjadi toda rabba (תודה רבה)yang artinya "terima kasih banyak".

Slikha                         סליכה
Slikha memiliki arti "maaf" atau "permisi" (kalau bahasa Sunda mah punten :3)

Bevakasha                בבקשה
Singkatnya kata ini memiliki arti "silakan" atau "saya mohon". Terjemahan Inggrisnya "After you" atau "please". Jadi kalau memesan minuman, agar terdengar sopan jangan lupa tambahkan kata ini...
Tolong satu gelas air!
Kos mayim, bevakasha!
!כוס מים, בבקשה

Lehitraot                  להתראות
Kata ini secara harfiah bermakna "untuk saling melihat kembali". Kata ini digunakan untuk salam perpisahan. Terjemahan tepatnya adalah "sampai jumpa!". Cara membaca kata ini adalah leitraot, namun antara e dan i sangat cepat, sehingga seolah-olah terdengar litraot. Orang Israel banyak yang tidak mengucapkan huruf het secara jelas (silent letter: huruf yang muncul di tulisan tapi tidak dibaca).

OK, sampai di sini dulu pelajaran mengenai how to greet someone in hebrew. Pelajaran bahasa Ibrani lanjutannya akan diposting minggu depan, so keep your attention!


!להתראות

Selasa, 24 September 2013

Mengenal bahasa Ibrani: Membaca huruf ibrani

שלום עליכם! מה שלומך? אני טוב....
shalom aleikhem! Ma shlomkha? Ani tov...
'Ramadan Kareem' dalam
 tulisan Ibrani dan Arab

Wah, bahasa apa pula itu? Yapp, betul sekali itu adalah bahasa Ibrani. Sebuah bahasa rumpun semitik yang berkerabat dekat dengan bahasa Arami. Bahasa ini sedikit banyak serupa kosakatanya dengan bahasa Arab, karena masih sama-sama rumpun semitik. Berhubung penulis sudah 'sedikit lancar' setelah berotodidak 3 bulan, saya ingin berbagi sedikit mengenai bahasa ibrani. Siapa tau, walaupun belum ada kedutaan resmi, kalo sempet jalan-jalan ke Palestina ma israel setidaknya sudah bisa cas-cis-cus dikit hehehe. Lumayan, bisa langsung langsung mata-matai mereka (waduuhhh???) :3

Sabtu, 26 Januari 2013

Baru audisi sudah menggebrak dunia maya... Fatin Shidqia Lubis - Grenade (Bruno Mars)

Bruno Mars performing
on Las Vegas  2010
(Wikipedia: Bruno Mars)
Siapa tak kenal Peter Gene Hernández aka Bruno Mars? Ya, penyanyi top asal Amerika ini memiliki lagu-lagu yang menjadi hits beberapa waktu yang lalu. Sebut saja lagu Just The Way You Are dan Grenade, lagu pertama membawa biduan ini memenangkan Grammy Awards ke-53 dalam katagori Best Male Pop Vocal Performance. Penyanyi berusia yang lahir di Honolulu 8 Oktober 1985 ini ternyata memberi sedikit perhatiannya terhadap panggung musik tanah air Indonesia. Ya, apalagi kalau bukan mengenai audisi  X-Factor Indonesia, sebuah ajang kompetisi pencarian bakat di bidang tarik suara yang masih dalam tahap audisi.

Logo X-Factor Indonesia
Adalah Fatin Shidqia Lubis pada Jumat 18 Januari lalu yang menjadi sorotan publik Indonesia dan juga Bruno Mars sendiri (Bruno mengunggah video tentang Fatin sekitar tanggal 23 Januari). Remaja berusia 16 tahun ini adalah peserta audisi X-Factor Indonesia dengan nomor urut 11218. Dia izin dari sekolah dan menunggu sedari siang untuk menampilkan bakatnya di X-Factor. Awal masuk panggung, kontestan ini dengan malu-malu menyapa para juri, Ahmad Dhani, Rossa, Mulan Jameela, dan Bebi Romero. First impression mulai terbangun saat kontestan menyanyikan bait pertama dari lagu Grenade - Bruno Mars. 

Fatin Shidqia Lubis, sesi wawancara
Suara Fatin yang khas, ditambah dengan improvisasi di beberapa bagian lagu membuat lagu Grenade menjadi lebih terdengar seksi. Kontrol nada Fatin sangat baik (walaupun agak loss control di beberapa nada rendah pada awal lagu) membuat para juri terpukau dengan kontestan yang juga anggota band lokal dan paduan suara di sekolahnya. Para juri pun menyandingkan suaranya dengan salah satu artis terkenal Cyndi Lauper dan lagunya Time after Time. Ahmad Dhani bahkan sampai berebut dengan Rossa untuk menjadi mentor Fatin, walaupun pada akhirnya Rossa yang dipilih Fatin untuk menjadi mentornya. Fatin dinyatakan lolos ke babak Boots setelah mendapatkan 4 yes dari para juri.

Berita mengenai Fatin dengan cepat menyebar di dunia maya, bahkan mencuri perhatian Bruno Mars. Beberapa orang langsung mengalami demam Fatin dan Bruno Mars. Bahkan ada yang sampai membanding-bandingkan Fatin dengan Bruno Mars. Di Facebook saja sudah cukup sulit melacak kebaradaan akun asli miliknya karena akun palsu dan fanpage bermunculan sangat banyak.

Screenshot penampilan Fatin saat di atas panggung
Over all, penampilan Fatin sangat memesona untuk tahap awal untuk ukuran anak remaja. Talenta yang dimilikinya sangat baik, dan tinggal diasah lagi untuk menjadi diva Indonesia masa depan.





Biodata Fatin Shidqia

Nama Lengkap : Fatin Shidqia Lubis

Umur : 16 Tahun

Status : Pelajar
Hobi : Musik
Aktivitas : Ngeband, sekolah
Twitter Fatin Shidqia Lubis : @fshidqia
Fanspage FB : Fatin Shidqia Lubis



Jumat, 18 Januari 2013

2013 Dibuka dengan Banjir di Jakarta

Masih dalam suasana tahun baru, awal bulan baru, Jakarta, ibukota Indonesia mengalami banjir yang cukup parah. Sebuah realita klasik sebuah dinamika Ibukota Jakarta.  Banjir ini diakibatkan oleh siklon tropis Naselle di Australia utara. Akibatnya, tiupan angin kencang dan intensitas hujan yang tinggi terjadi secara merata dari Aceh hingga Papua. Intensitas hujan yang tinggi juga penulis rasakan di Kota Hujan, bersamaan dengan angin yang kencang. Akibatnya, beberapa tempat di Bogor juga tergenang banjir, seperti daerah perempatan ke Cibinong, air masuk ke dalam terowongan. Di daerah Dramaga, sekitar kampus IPB derasnya hujan menyebabkan beberapa titik di kampus tergenang air cukup tinggi seperti di Yellow Corner, dan belakang perpustakaan (jalan tembus ke FPIK). Topografi kampus yang berbukit dan saluran air yang baik tidak menyebabkan genangan air meluas. Walaupun banjir tidak meluas di Kota Bogor, terjadi longsor di beberapa titik.

Limpahan air hujan dengan debit yang besar segera memenuhi sungai-sungai. Dua sungai utama yang membelah kota Bogor pun segera mengirimkan debit air yang sangat banyak. Secara sistem DAS, seharusnya Kota Bogor bertindak sebagai daerah penyangga resapan jatuhan air, terutama daerah Puncak. Namun, konversi lahan hijau menjadi villa-villa mewah di Puncak membuat berubahnya fungsi dan kekuatan serapan tanah di Puncak. Tercatat, terjadi longsor di salah satu villa di Puncak. Karena daerah serapan hulu kurang maksimal, air akan mudah mengalir tanpa adanya tahanan resapan. Inilah yang menyebabkan intensitas hujan sedang dapat menyebabkan debit air meninggi dengan cepat.

Jakarta sejak zaman penjajahan Belanda memang pernah terjadi banjir besar. Pemerintah kolonial Belanda menyadari hal itu, sehingga dibuatlah berbagai situ di sekitar Jakarta dan di Jakarta itu sendiri. Kanal-kanal baru dibuat dan juga daerah limpahan air. Pihak Belanda menyadari aspek lingkungan kota Jakarta. Jakarta adalah daerah limpahan air dari Bogor, sehingga tidak tepat apabila tidak dibangun kanal dan situ pada masa tersebut. Jakarta kontemporer telah menggusur peninggalan Belanda yang begitu penting dari segi historis dan aspek lingkungannya. Beberapa situ telah menyempit menjadi lahan hunian. Bahkan pantai pun tidak luput menjadi incaran pengusaha properti. Karena terdesak akan kebutuhan papan, masyarakat ekonomi menengah ke bawah tingga di daerah-daerah yang rawan banjir. Penyempitan badan aliran sungai dan sedimentasi memperparah banjir yang akan terjadi sewaktu-waktu.

Terjadinya banjir besar rupanya tidak mengubah paradigma kebersihan dan sanitasi badan sungai. Masyarakat dari hulu ke hilir beramai-ramai membuang sampah limbahnya ke sungai. Akibatnya pendangkalan sungai mau tidak mau pasti terjadi. Akibatnya, limpahan air dengan debit besar tidak mampu ditampung sungai. Sungai gagal memerankan fungsi utamanya sebagai pengalih aliran air menuju muara. Air pun meluap ke bantaran sungai. Penurunan muka tanah Jakarta memperparah kondisi banjir Jakarta kontemporer.

Banjir Jakarta adalah memang sudah "takdir alam" yang tidak dapat diubah. Jakarta memang berada pada daerah DAS akhir aliran sungai dan rawan terkena dampak banjir. Hingga kapan pun, persoalan banjir Jakarta tak akan usai karena Jakarta memang berada dalam daerah rawan banjir. Banjir Jakarta sekarang adalah produk hasil kesalahan managemen sistemik perencanaan tata ruang kota, tata kelola air, dan tata kelola penduduk dari hulu ke hilir. Aspek pembangunan tidak disandarkan pada aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan. Pembangunan yang sangat terkonsentrasi di Ibukota Jakarta melahirkan arus urbanisasi besar dari seluruh Indonesia. Ketiadaan daerah layak huni menyebabkan timbulnya hunian-hunian di daerah yang seharusnya menjadi daerah resapan air. 

Solusi banjir Jakarta tidak hanya untuk jangka pendek berupa penurunan jumlah titik banjir, namun upaya integratif bersaman pemda sekitar DKI yang terkait. Terutama pemda yang memiliki hak administratif di sepanjang wilayah DAS. Komponen kepemerintahanlah yang wajib mengelola segala sumber daya ini. Karena aspek pembangunan di hulu dan di hilir akan memengaruhi sistem ekologi akuatik sungai, sifat fisis, dan ekosistem sungai. Pembangunan kanal dapat mengurangi titik banjir dengan syarat kanal mampu mengalihkan sejumlah debit air menuju muara. Pengerukan sedimen di sungai wajib dilakukan untuk menambah daya tampung sungai dalam jangka pendek.  Hal penting lainnya adalah konversi daerah bantaran sungai menjadi daerah hijau. Adanya pemukiman di bantaran sungai menurunkan kemampuan bantaran sungai dalam mengalihkan aliran air akibat erosi sungai. 

Yang tak kalah penting adalah tindakan nyata masyarakat itu sendiri dalam mengelola lingkungan. Tanpa adanya kesadaran masyarakat sebagai stakeholder persoalan banjir akan tetap menjadi masalah klasik. Di sini peran LSM dan mahasiswa sebagai agen perubahan enting untuk dilakukan. Mahasiswa sebagai pejuang lingkungan harus mampu mengedukasi masyarakat sekitar sebagai upaya pencerdasan kesadaran masyarakat terhadap persoalan lingkungan terkini. 

Kamis, 17 Januari 2013

Tata Bahasa Esperanto

LL Zamenhoff, The Creator of Esperanto Language
Bahasa Esperanto memiliki tingkat keteraturan yang tinggi. Sehingga, hal ini tidak menyulitkan untuk mempelajarinya karena tidak ada bentuk iregular dalam bahasa Esperanto. Kemudahan inilah yang membuat prinsip tata bahasa Esperanto dasar sangat mudah untuk dipelajari, bahkan hanya dalam hitungan jam. Berikut di bawah ini adalah paparan singkat mengenai prinsip dasar tata bahasa Esperanto.

Jumat, 11 Januari 2013

Fonologi Bahasa Esperanto

Dokumen berbahasa Esperanto pertama
La Internacia Lingvo por Rusoj

Selayang Pandang Alfabet Esperanto

Esperanto adalah bahasa artifisial yang diciptakan oleh LL Zamenhoff. Bahasa ini memiliki fonologi yang tidak terlalu rumit. Akan tetapi, bahasa ini memiliki ortografi sendiri yang tidak dimiliki bahasa lainnya. Bahasa Esperanto memiliki konsistensi pembacaan. Tidak seperti bahasa Inggris yang memiliki banyak inkonsistensi pembacaan, bahasa Esperanto sangat fonetis. Artinya, satu huruf adalah untuk satu fonem.  Bahasa Esperanto memiliki sedikit variasi huruf bertanda diakritik caron (tanda seperti topi "^") dan breve (tanda lengkungan seperti busur menghadap ke atas) serta tidak memiliki huruf QWX, dan Y. Berikut di bawah ini adalah urutan alfabetis alfabet Latin Esperanto.




A B C Ĉ D E F G Ĝ H Ĥ I J Ĵ K L M N O P R S Ŝ T U Ŭ V Z

Pengejaan alfabet ini adalah:

A Bo Co Ĉo Do E Fo Go Ĝo Ho Ĥo I Jo Ĵo Ko Lo Mo No O Po Ro So Ŝo To U Ŭo Vo Zo


Seluruh huruf dibaca seperti dalam bahasa Indonesia, kecuali beberapa huruf. Di bawah ini akan diterangkan beberapa pengecualian itu dan juga aturan pemberian tekanan pada suku kata.


  1. C dibaca [ts]. Ini seperti bunyi ts dalam cats (English: kucing-kucing). Jadi, bedakan antara paco "perdamaian" ['patso] dengan paso "kuliah" ['paso].
  2. Ĉ dibaca [tʃ], seperti cicak atau church (English: gereja).
  3. E [e] selalu dibaca seperti e dalam sate, jahe, telefon, desa, dsb. Huruf ini tidak pernah dibaca seperti e dalam hening, kerling, sedap, terima, dsb.
  4. Ĝ [dʒ] dibaca seperti j dalam jajan, jamur, juang, jubah, baju, dsb.
  5. Ĥ [x] dibaca seperti kh dalam ikhlas, khas, ikhtiar, khusus dan sebagainya dalam bahasa Indonesia. Contoh lain bunyi ini ada dalam bahasa Jerman, seperti acht "delapan", Bach, atau Loch (Scottish: danau).
  6. J [j] dibaca seperti huruf y dalam bahasa Indonesia, seperti: yang, sayang, dayung, lembayung, dsb. Hal ini seperti membaca ejaan Indonesia yang lama.
  7. Ĵ [
    ʒ] tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Bunyi yang mendekati dalam bahasa Inggris adalah azure "warna langit biru" [a'ʒʲu:r]. Bunyi ini banyak terdapat dalam bahasa Rusia dan Prancis, seperti: держава (Rusian: kekuatan, kekuasaan, negara) dan joyeux (French: kegembiraan, kesenangan).
  8. Ŝ [
    ʃ] seperti sy dalam bahasa Indonesia. Contoh: masyarakat, musyawarah, Syawal. Dalam bahasa Inggris, bunyi huruf ini seperti sh dalam ship "kapal", shrine "takhta", shade "bayangan, perlindungan".
  9. Ŭ [w] atau [ʷ]. Bunyi ini adalah bunyi luncuran, seperti u pada kata saudara, pukau, payau, gurau, dan lain sebagainya. Terkadang, bila diapit 2 vokal, bunyi ini seperti bunyi huruf w dalam pawang, gawang, atau ua dalam uang, tuang, luang.
  10. Penekanan suku kata biasanya selalu pada suku kata pertama dari terakhir (penultimate mora). Sehingga, esti "adalah" dibaca ['esti] bukan [es'ti]. Knabo "anak laki-laki" dibaca ['knabo] bukan [kna'bo]. Ĝusta "benar" dibaca ['dʒusta] bukan [dʒus'ta]. Rekontas "bertemu (dulu)" dibaca [re'kontas], bukan ['rekontas] maupun [rekon'tas]. (Tanda ['] pada cara baca menunjukkan suku kata berikutnya diberi tekanan).
Bahasa Esperanto juga memiliki diftong. Diftong yang terdapat dalam bahasa Esperanto, yaitu: aj [aʲ], ej [eʲ], oj [oʲ], uj [uʲ], eŭ [eʷ], dan aŭ [aʷ]. Sehingga, kata-kata seperti hajlo "hujan es" dibaca ['haʲlo], ankaŭ "juga" ['ankaʷ], neutrala "netral" [neʷ'trala], multajn "banyak" ['multaʲn], dsb


Bahasa Esperanto juga memiliki kluster, rangkaian konsonan, seperti kn, kv, gv, dan sv. Semua rangkaian konsonan ini harus dibaca, seperti knabo "anak laki-laki" ['knabo], kvar "empat" ['kvar], gvidi "membimbing" ['gvidi], dan sviso "Swis" ['sviso]. Kluster kz juga harus dibaca [-kz-] seperti ekzistis "telah ada" [ek'zistis]. Terkadang, terdapat konsonan ganda. Biasanya ini terjadi karena pembentukan kata baru, seperti mallonga "pendek" [mal'loŋa].


Pemecahan suku kata sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia. Pada suku kata terbuka suku kata dipisah setelah vokal, seperti pa-no "roti" ['pano], fe-i-no "peri" [fe'ino]. Pada suku kata tertutup suku kata dipisah pada konsonan sebelum konsonan terakhir, seperti sus-pek-ti "mencurigai" [sus'pekti] dan sank-ta "suci, santo, santa" ['saŋkta]. Namun, bila ada konsonan likuida, R atau L, konsonan sebelum salah satu konsonan likuida akan ikut huruf likuida, seperti ta-blo "meja" ['tablo], bukan tab-lo, deks-tra  "kanan" ['dekstra] bukan dekst-ra. Apabila ada imbuhan, maka pemecahannya adalah pemisahan imbuhannya terlebih dahulu seperti dalam bahasa Indonesia. Contoh: malavara "baik hati" [mala'vara] dieja mal-a-va-ra karena kata ini dibentuk dari mal "kebalikan dari" + avara "buruk hati". Contoh lainnya adalah lernejo "sekolah" [ler'nejo] dieja lern-ej-o.


Nah, setelah memahami cara membaca alfabet Esperanto, sekarang coba praktekkan pengetahuan dengan membaca paragraf di bawah ini. :)


Esperanto (origine Lingvo Internacia) estas la plej disvastigita internacia planlingvo. La nomo venas de la kaŝnomo "Dr. Esperanto", sub kiu la judakuracisto Ludoviko Lazaro Zamenhofo en la jaro 1887 (unu mil okcent okdek set) publikigis la bazon de la lingvo. La unua versio, la rusa, ricevis la cenzuran permeson disvastiĝi en la 26-a (dudek sesa) de julio; ĉi tiun daton oni konsideras la naskiĝtago de Esperanto. Li intencis krei facile lerneblan neŭtralan lingvon, taŭgan por uzo en la internacia komunikado, tamen ne anstataŭigi aliajn, naciajn lingvojn.

Kvankam neniu ŝtato akceptis Esperanton kiel oficialan lingvon, ĝi estas uzata de internacia komuno, nombranta laŭ diversaj taksoj cent mil ĝis du milionoj da parolantoj (depende de la lingvonivelo); estas proksimume unu milo da denaskaj parolantoj.

Esperanto akiris kelkajn internaciajn distingojn, ekzemple du rezoluciojn de UNESCO aŭ subtenon de konataj personoj de la publika vivo. Nuntempe ĝi estas uzata por vojaĝado, korespondado, interkompreniĝo dum internaciaj renkontiĝoj kaj kulturaj interŝanĝoj, kongresoj, sciencaj diskutoj, origina kaj tradukita literaturo, muziko, teatro, kino, presita kaj interreta raportadoj, radia kaj televida elsendadoj.

La vortprovizo de Esperanto devenas plejparte el la okcidenteŭropaj lingvoj, dum ĝia sintakso kaj morfologio montras ankaŭ slavlingvan influon. La morfemoj ne ŝanĝiĝas kaj oni povas ilin preskaŭ senlime kombini, kreante diverssignifajn vortojn, Esperanto do havas multajn kunaĵojn kun la analizaj lingvoj, al kiuj apartenas ekzemple la ĉina; kontraŭe la interna strukturo de Esperanto certagrade respegulas la aglutinajn lingvojn, kiel la japanan,svahilan aŭ turkan.
Diadaptasi dari: Esperanto

Serasa seperti mengetahui artinya tanpa perlu penerjemahan, bukan? Ya, karena hampir semua kata-kata dalam bahasa Esperanto diadaptasi dari bahasa-bahasa Eropa, seperti Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Italia, Rusia, dll.

Pada bagian berikutnya akan dijelaskan mengenai tata bahasa Esperanto. OK, cukup sudah pertemuan hari ini. Kaj la Esperanton ni parolu!